Cloud Computing -Semakin Mudah Bekerja Tanpa Repot Menginstall-

Saya yakin 90% orang yang membaca tulisan ini mengakses blog ini dari laptop/komputer pribadi. Kalau soal jaringan internet untuk mengaksesnya, pasti belum tentu semua memakai koneksi pribadi. Apalagi jaman sekarang -dimana hampir seluruh restoran dan kafe yang menyediakan wifi gratis (bahkan mini market juga!)- pasti ada saja yang lebih memilih untuk memanfaatkan wifi gratis ini. Orang Indonesia memang identik dengan kata diskon/sale/gratis. Siapa sih yang nggak mau memanfaatkan hal tersebut? Bahkan untuk aplikasi/software komputer, pasti jarang diantara kalian yang lebih memilih membeli secara resmi. Ada yang lebih memilih membeli software bajakan yang harganya terpaut 2-3 digit (Software bajakan misal 50 ribu, software asli bisa 500 ribu bahkan 5 juta!), ada juga yang lebih memilih download software beserta cracknya. Ya, memang percuma saja mempunya laptop/computer yang canggih, tetapi tidak mempunyai software yang dapat dipakai di komputer tersebut.

Tapi tenang saja, saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa kita gunakan bahkan tanpa mendownloadnya. Kita hanya perlu bermodalkan koneksi internet dan menginstall web browser saja. Lalu untuk software lainnya? Tenang saja. Misal kita ingin mengetik di sebuah software (biasanya menggunakan Microsoft office atau Open Office), tidak perlu menginstall lagi. Saat ini, Google sudah menyediakan yang namanya Google Docs. Di Google Docs ini kita bisa mengetik, bahkan file tulisan akan otomatis tersimpan di harddisk virtual kita (Google Drive). Mudah bukan?

Tidak hanya Google Docs dan Google Drive saja. Banyak sekali contoh aplikasi yang bisa kita pakai tanpa menginstallnya terlebih dahulu. Tapi, ada kelemahannya. Untuk saat ini, aplikasi web-based yang ada masih lebih minim fitur dibandingkan jika kita menginstall softwarenya. Mungkin kedepannya, software web-based tersebut akan lebih banyak fitur. Contoh aplikasi lainnya, DropBox dan Sky Drive yang berfungsi untuk menyimpan/mengupload data kita (seperti harddisk virtual), Yahoo Messenger (sekarang kita tak perlu menginstallnya lagi), Facebook dan Twitter (semua pasti tahu apa ini kan? :p), dan masih banyak contoh lainnya.

 

Nah, semua teknologi tadi biasa disebut dengan istilah cloud computing, atau komputerisasi awan. Mengapa awan? Ya mungkin karena virtual melalui internet, jadi identik dengan awan. Cloud computing sendiri dibagi menjadi 3 jenis layanan :

  • Software as a Service

Di SaaS ini kita bisa menggunakan software tanpa perlu menginstall (seperti yang diawal tadi dicontohkan). Contohnya, layanan email (Gmail, Yahoo mail, Hotmail), social network (facebook, twitter), instant messaging (Yahoo messenger, Skype, GTalk), software-software lain seperti Office 365, Adobe Creative Cloud, dll.

[Yahoo! Messenger for the Web]

  • Platform as a Service

Kalau yang ini mungkin tidak semua orang memperhatikan dan menggunakannya. PaaS ini menyediakan “rumah” dan “layanannya” bagi orang-orang yang membuat aplikasinya sendiri. Misalnya, rumah hosting sebagai tempat yang menyediakan layanan untuk orang yang membuat web. Si pembuat web tinggal fokus saja ke web tersebut, dan rumah hosting lah yang akan menyediakan tempat dan layanan untuk web tersebut. Contoh lainnya, Windows Azure,  Amazon Web Service, Google APP Engine.

  • Infrastructure as a Service

Berbeda lagi dengan IaaS yang menyediakan infrastruktur IT seperti CPU, RAM, storage, bandwith, dll. Contohnya, penyedia storage seperti Google Drive, SkyDrive, dll. Untuk penyedia IaaS lain dapat melihat, TelkomCloud (Virtual Private Server), Amazon EC2, dll.

Sudah paham? Atau masih bingung? Untuk menambah referensi, silahkan baca sumber-sumber berikut:

Sudah mulai paham tentang cloud computing?

Nah, contoh produk-produk yang banyak disebutkan diatas adalah produk dari luar negeri. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia mempunyai produk cloud computing –produk yang memang buatan orang asli Indonesia-? Setelah berselancar di Google, ini lah yang saya dapat.

DesktopIP buatan Phidi Soepangkat adalah salah satu contohnya. Saat ini banyak terdapat cloud computing yang ramai dipakai orang. Salah satunya adalah Drop Box. Orang yang mengetik di Office, misalnya, langsung menyimpannya di Drop Box. Tapi ada satu yang mengganjal seorang Phidi. Dia berpikir, ada satu kelemahan disini. Walaupun sudah tersimpan di internet, tapi orang tetap kesulitan mengedit file tersebut terutama jika ingin membuka di device lain (missal, handphone). Maka ia membuat yang namanya DesktopIP.

DesktopIP sebenernya sederhana. Dengan menggunakan DesktopIP, kita dapat langsung mengakses semua file di platform manapun. Di handphone ber-OS Apple, Android, Windows Phone serta Blackberry dapat langsung mengakses file melalui DesktopIP. Simpel, tapi banyak dibutuhkan orang. Phidi mematok biaya 50 USD per bulan untuk pemakaian aplikasi ini. Sejauh ini sudah ada 100 juta orang yang menggunakan aplikasi ini. Info selengkapnya dapat dibaca disini.

Contoh Cloud Computing Indonesia lainnya, silahkan langsung menuju ke sini.

Logo CloudIndonesiA

Di Indonesia juga terdapat sebuah komunitas Cloud Computing. Disini banyak info terbaru dan menarik serta diskusi-diskusi seru seputar cloud computing. Langsung saja menuju ke sini. Melihat banyak orang Indonesia yang antusias menanggapi perihal cloud computing, semoga kedepannya makin banyak orang Indonesia yang tidak malu untuk berkarya dan pada akhirnya dapat menghasilkan banyak karya bagus seperti Phidi. Mungkin beberapa tahun kedepan Indonesia akan menjadi Negara berteknologi serba canggih, siapa yang tahu? Mungkin juga anda yang akan menjadi salah satu bagian dari proses pengembangan teknologi itu 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s